IMM Magelang dan Aisyiyah Sisir Kampung-Kampung Untuk Bagikan 1000 Masker dan Antiseptik

Foto : IMM dan Aisyiyah membagiakan masker dan antiseptik di Kel. Wates Magelang Utara
SURYAWARTA.COM-Magelang Anjuran pemerintan dalam pencegahan pandemi Covid-19 bagi masyarakat saat ini salah satunya adalah penggunaan masker. Namun,  disisi lain masih banyak masyarakat yang kurang memperhatikan hal tersebut. Terlebih, aktifitas masyarakat ketika dikampung-kampung. Hal ini menjadikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Magelang tergerak untuk ambil bagian dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satu langkah yang diambil adalah memberikan masker gratis dan antiseptik kepada masyarakat dibeberapa wilayah di Kota Magelang. Demikian kata Ketua Pimpinan Cabang (PC) IMM Magelang, Khalid Hamzah kepada redaksi suryawarta.com, Senin (04/05).

Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Infaq Sodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kota Magelang dalam hal ini memberikan support dana dan juga dengan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Magelang Selatan dan Magelang Utara.

"Untuk Magelang Selatan dibagi diwilayah Bojong Jurangombo Utara dan Magelang Utara di Wates", terang Khalid.

Diproduksi Para Kader IMM
1000 masker yang dibagikan kemasyarakatan kali ini diproduksi langsung oleh para kader IMM Magelang yang saat ini tidak pulang kampung karena kondisi Covid-19.

Selain melibatkan langsung kader, hal ini juga melibatkan penjahit yang dapat menopang ekonomi masyarakat ditengah pandemi. Hal ini menjadikan para penjahit pun terdampak.
IMM Magelang dan Aisyiyah Sisir Kampung-Kampung Untuk Bagikan 1000 Masker dan Antiseptik

"Para kader IMM yang memang tak bisa mudik membantu untuk kita berdayakan. Mulai dari membeli bahan, potong kain, bahkan ikut menjahit", ungkap Faiz selaku bidang ekonomi PC IMM Magelang.

Meskipun para kader masih belajar, namun mereka tetap semangat. Hal ini merupakan aksi sosial sebagai gerakan mahasiswa yang tak boleh diam dalam kondisi seperti saat ini.

"Semoga apa yang dilakukan oleh para kader IMM ini dapat bermanfaat untuk umat", tegasnya.

Kolaborasi Dalam Aksi
Dalam aksi ini, selain disupport oleh Lazismu, dalam pembagian melibatkan relawan Muhammadiyah yang tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Magelang. Program ini menjadi bagian dari keterlibatan organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah. 

Khalid Hamzah menambahkan bahwa sudah sewajarnya IMM sebagai organisasi Islam ambil bagian. Dan kami mengucapkan terimakasih kepada Lazismu yang sudah memberikan support dana.

"Terimakasih kepada Lazismu Kota Magelang yang telah membantu kami. Sehingga, kami dapat memproduksi masker dan memberdayakan penjahit yang memang sesuai dengan program Lazismu dibidang pemberdayaan ekonomi", tambahnya.

Muhammadiyah sebagai ormas Islam, merespon pandemi ini telah membuat pos layanan Muhammadiyah Covid-19 Command Canter (MCCC).

Andi Triyanto selaku Ketua Lazismu Kota Magelang menuturkan bahwa dalam pandemi Covid-19 ini, Lazismu telah diamanahi untuk mengcover program MCCC. Salah satunya adalah program bagi masker. 

"Bagi masker kali ini sudah kesekian kali yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Selain itu, sebelumnya juga telah melaksanakan program lumbung pangan dengan memberikan paket sembako kepada para terdampak Covid-19", ulasnya.

Lebih lanjut, Andi juga menjelaskan bahwa dalam menghadapi sebuah bencana, maka Muhammadiyah telah menjalankan program One Muhammadiyah One Respon. Semua struktur Muhammadiyah terlibat mulai dari ortom, majelis lembaga, Aisyiyah dan juga para relawan.

Indrayanti, Ketua Aisyiyah Magelang selatan menyampaikan terimakasih atas aksi nyata yang dilakukan oleh Muhammadiyah melalui IMM dan Lazismu.

"Alhamdulillah respon masyarakat bagus dan antusias dalam langkah pencegahan dengan pembagian antiseptik gratis. Semoga ssmakin sadar dan waspada dengan adanya pandemi Covid-19 ini", ujarnya.

Kontributor : Fury Fariansyah

No comments:

Post a Comment

Gunakan LMS, Siswa SMP Mutual Punya Akun Masing-Masing Dalam Pembelajaran Era Pandemi

  SURYAWARTA.COM- Magelang Sampai saat ini, kejelasan untuk masuk sekolah belum pasti. Bukan soal kesiapan atau keberanian, namun kondisi i...