-->

Feat

Lazismu Se-Jateng Terus Galang Dana Bencana : Muhammadiyah Selalu Datang Awal Dan Pulang Paling Akhir

Foto : Podcast Teras Singosari PWM Jawa Tengah Soal Respon Bencana di Indonesia

SURYAWARTA.COM-Nasional Bencana yang bertubi-tubi di Indonesia, membuat nalar Muhammadiyah selalu bergerak tanpa henti. Salah satunya adalah Muhammdiyah di Jawa Tengah. Penggalangan dana peduli bencana terus masih berjalan terstruktur. Diantara bencana yang ada di Indonesia, salah satu yang ditangani saat ini adalah respon bencana gempa bumi di Sulawesi Barat (Sulbar).

"Saat ini relawan Muhammdiyah yang tergabung dalam Muhammdiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah telah mengirim 10 tim alfa yang ditugaskan di Majene Sulbar", kata Naibul Umam Ketua MDMC Jawa Tengah.

Dalam podcast yang dilakukan oleh Tim Media Muhammadiyah Jateng dengan program "Teras Singosari" ini menghadirkan Naibul Umam (Ketua MDMC Jateng), Ikhawan (Direktur Lazismu Jateng), dan Taufik Ulinala (relawan MDMC Jateng), Sabtu (23/01/21) melalui zoom dan youtube. 

"Kekuatan Muhammdiyah sudah dikerahkan maksimal. Kita juga nunggu assessment dilapangkan apa saja nantinya yang dibutuhkan sehingga kita tetap mengatur keuangan dengan nafas panjang", jelas Umam selaku Komandan MDMC Jateng.

Dirinya menambahkan bahwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se Indonesia sudah berkoordinasi dengan MDMC. Nantinya akan dijadwalkan agar tidak tumpang tindih.

"Saat ini ada sekitar 15 ribu jiwa yang ditangani dalam bencana gempa sulbar", katanya.

Saat konfirmasi langsung dengan salah satu relawan MDMC yang ada dilokasi, M. Taufiq Ulina mengatakan bahwa saat ini operasi pencarian korban telah dihentikan. Kita lebih fokus penanganan dilapangan dan fokus untuk pelayanan para penyintas.

"Kita selalu koordinasi dengan Basarnas. Terlebih warga Muhammadiyah kita sisir dan sudah terdata serta tertangani", ucapnya.

Dikatakan, penanganan bencana ini memang berbeda dari biasanya. Terlebih Sulbar baru pertama kali, diguncang gempa dengan dahsyat. Saat ini juga pandemi, sehingga kita harus kerja ekstra.

"Kita kesulitan air. Termasuk logistik. Pasalnya, toko-toko tidak berani buka karena penjarahan dan juga kondisi pengungsi dalam keadaan logistik terbatas", tambahnya.

Ikhwanu Shofa, Direktur Lembaga Amil Zakat Infaq Sodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Jateng mengatakan bahwa saat ini penggalangan dana terus berjalan. Sampai berita ini dirilis, Lazismu Jateng sudah mengumpulkan Rp. 849.285.301,- per Ahad (24/01/21).

"Kita sudah instruksikan kepada seluruh Lazismu Se-Jateng. Dan Insya Allah, mesin organisasi sudah jalan. Tidak ada ego pribadi dimasing-masing daerah. Pokoknya, Majelis Lembaga dan Ortom (MILO) sudah terbangun sistem One Muhammdiyah One Respon (OMOR)", ungkap pria yang khas memakai blangkon.

Saat ditanya soal alokasi dana penggalangan dana bencana, pria yang akrap disapa Ikhwan ini mengatakan bahwa Lazismu tidak pernah mematok anggaran. Dirinya menyampaikan bahwa analisis dilapangan akan menjadi dasar ploting alokasi dana. 

"Muhammadiyah itu saat ada bencana, selalu datang awal dan pulang terakhir. Bahkan masa relokasi pasca bencana menjadi pemikiran penting", tegasnya.

Diceritakan, pengalaman Muhammadiyah saat menangani bencana selalu memberikan tinggalan yang akan menjadi amal jariyah donatur. Seperti di Lombok dan Palu. Muhammadiyah Jawa Tengah membangun rumah sakit dan klinik inap. Dan ini mendapat apresiasi luar biasa.

"Maka kalau ditanya berapa alokasi, kita tidak bisa memprediksi awal. Yang jelas kita akan mencukupi semua kebutuhan berdasarkan asesmen teman-teman MDMC", pungkasnya.

Kontributor : Fury Fariansyah

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Lazismu Se-Jateng Terus Galang Dana Bencana : Muhammadiyah Selalu Datang Awal Dan Pulang Paling Akhir"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel