-->

Feat

Catatan Kehidupan : Tak Pernah Ada Kisi-Kisi Taqdir Kehidupan

Foto : Ilustrasi

SURYAWARTA.COM-Magelang Malam itu saya ditanya. Beberapa wali kelas untuk kisi-kisi ulangan PAI. Saya jelaskan. Dengan detail seperti pembelajaran yang sudah saya ajarkan. Tentu saya berharap, dengan ulangan itu saya tahu sebatas mana kemampuan anak-anak. 

Pagi itu hari senin. Tepat pelajaran PAI terjadwal. Saya berdoa, semoga anak-anak mampu menjawab soal dengan baik. 

Belum mulai. Jadwal PAI masuk jam 10.00 WIB. Tetapi dering gadget itu berbunyi. 

"Bapak, istrinya kecelakaan. Segera ke IGD RSI", suara lelaki yang tak ku kenal. Tetapi nomor itu milik istriku. 

Saya pun kaget. Saya langsung bergegas. Meminta izin pak kepala sekolah untuk segera ke rumah sakit. Istri masih tidak sadar. Helmnya tergeletak di IGD. Tak lama kemudian, istri siuman. 

" Izza...Izza", ucap pelan perempuan tercintaku. 

Ia menanyakan putri pertamaku. Bocah usia 5 tahun yang selalu berangkat ke sekolah bareng istriku. Ia mengira saat kecelakaan itu bersama putrinya, Izza kami memanggilnya. Pelan-pelan saya menjelaskan bahwa Izza tadi sudah saya antar di sekolah. 

"Bapak, bu Sari harus opnam. Ada sedikit lupa ingatkan. Dan ini terjadi pendarahan", kata perawat IGD. 

Pemeriksaan medis sudah dilakukan. Kesimpulan dari dokter jaga saat itu istri mengalami keguguran. Janin 6 bulan yang dikandung sudah tidak ada. Tiga kali USG menunjukkan bahwa tidak ada detak jantung dijanin istri. Selain itu, kaki kanan istriku juga patah. 

"Kita akan operasi pengangkatan janin. Selain itu kita juga akan operasi patah kaki bu Sari", jelas perawat saat itu. 

Rasanya hancur. Hati ini terasa tercabik. Perjuangan 6 bulan merawat jabang bayi telah sirna. Perasaan terbaratku saat itu adalah menyampaikan kepada istriku. 

Tidak. Aku harus mampu. Aku harus kuat. Ini bukan kebetulan, tetapi ada skenario Tuhan yang tak bisa kita gugat. Perlahan, saya peluk istri dan berikan edukasi. Meskipun air matanya sempat menetes, saya pun tetap menunjukkan hati yang kuat. Saya harus sadar bahwa seorang Fury adalah suami. Lelaki yang harus mampu menjadi sandaran istri. 

Malam itu saya harus memandikan calon putri kecilku yang sudah diambil oleh Sang Pemilik Dzat segalanya. Mengkafani dan membawanya pulang untuk ku makamkan. Saya berdiri menggendong. Membopongnya sampai di pemakaman. Rasanya sudah kutahan. Saya harus bisa tersenyum. Namun rasa ini teriris tak bisa tersembunyi. Apalagi saat prosesi pemberangkatan. Air mata itu pun jatuh. Istri masih di rumah sakit untuk menjalani perawatan. 

Paginya saya pun menunggu dikamar perawatan. Sesekali saya melihat wajah istri. Dia tetap tegar. Saya tidak mungkin nampak lemah. Kekuatan itu semakin kuat saat teringat memberikan kajian. Sore hari sebelum kejadian, saya sempat mengisi pengajian jelang buka puasa. Ini seperti ditagih oleh Tuhan. Karena materi yang saya sampaikan saat itu adalah "Mendulang Pahala Dari Setiap Ujian".

Dan hari terus berganti. Sampai saatnya istriku boleh pulang dari rumah sakit. Seragam Lazismu yang biasa saya pakai untuk menjemput pasien saat menjadi driver ambulan itu seperti menjadi ayat kauniah-Nya. Bahwa biasanya saya menjemput para pasien, dan hari ini saya dijemput oleh tim Lazismu menjadi pasien. 

Saya sadar, mungkin dalam urusan akademis, saya bisa membuat kisi-kisi soal. Tetapi dalam urusan takdir, kita tidak pernah tahu tentang kisi-kisi kehidupan. Dan saya yakin, bahwa Allah sedang ingin tahu seberapa paham dari setiap perjalanan takdir yang Allah kirimkan. Karena setiap kejadian adalah hikmah bahwa Allah punya pesan cinta yang tidak semua manusia memahami, tetapi cerat itu harus dijalani. Bukan soal disesali, tetapi kita sadar bahwa Allah adalah Sang Pemilik  apa yang kita miliki. 

Penulis : Fury Fariansyah
* Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Magelang
* Manager Lazismu Kota Magelang
* Pimred Suryawarta

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Catatan Kehidupan : Tak Pernah Ada Kisi-Kisi Taqdir Kehidupan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel