Dari Hobi Bernyanyi hingga Panggung Malaysia, Kisah Dafa Alvaro Mengejar Prestasi
Foto : Dafa Alvaro saat menerima penghargaan dalam Jogja Got Talent
SURYAWARTA.COM-Magelang Suara dan bakat bernyanyi membawa Dafa Alvaro melangkah lebih jauh. Siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang itu kini bersiap membawa kemampuan vokalnya ke panggung di Malaysia, setelah meraih gelar juara favorit dalam ajang Jogja Talent Show 2026. Bagi Dafa, bernyanyi bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang. Hobi yang telah ditekuninya sejak duduk di bangku sekolah dasar tersebut menjadi ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus meraih prestasi.
Belum genap satu semester menjadi siswa SMP Mutual, sederet pengalaman sudah dikantonginya. Ia beberapa kali mengikuti kompetisi vokal dan meraih penghargaan. Tak hanya berkompetisi, Dafa juga dipercaya tampil sebagai bintang tamu dalam sejumlah acara. Perjalanan menuju panggung Malaysia bermula ketika Dafa mengikuti Jogja Talent Show. Dari ratusan peserta, terpilih 18 finalis. Dari jumlah tersebut, lima peserta kemudian dinobatkan sebagai juara favorit dan mendapat kesempatan untuk tampil di Malaysia.
“Saya beberapa waktu lalu ikut kompetisi Jogja Talent Show. Ratusan peserta diambil menjadi 18 finalis dan lima diambil menjadi juara favorit untuk tampil di Malaysia,” tutur Dafa saat ditemui di sekolah.
Di balik pencapaiannya, ada dukungan keluarga yang terus mengiringi langkahnya. Orang tua Dafa tak hanya memberikan semangat, tetapi juga mendampinginya dalam berbagai kegiatan dan kompetisi.
“Kemana-mana saya diantar oleh orang tua. Semoga jejak ini menjadi kebahagiaan orang tua saya,” ujar Dafa.
Dukungan tersebut membuat Dafa semakin termotivasi. Ia ingin menjadikan kemampuan yang dimilikinya bukan hanya sebagai kegemaran, tetapi sebagai jalan untuk menghasilkan sesuatu yang membanggakan.
Bagi seorang pelajar, perjalanan mengejar prestasi tentu memiliki tantangan tersendiri. Kesibukan berlatih dan mengikuti perlombaan tidak boleh membuat kewajiban sebagai siswa terabaikan.
Hal itu pula yang menjadi perhatian Mita Meitasani, wali kelas Dafa. Ia mengaku terus mengingatkan Dafa agar tetap mampu membagi waktu antara latihan, perlombaan, dan kegiatan belajar di sekolah.
“Saya terus mengingatkan kepada Mas Dafa. Tugas tetap dikerjakan dan belajar tetap harus tekun agar tidak ketinggalan materi,” katanya Mita Meitasani selaku wali kelas.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Dafa. Bakat memang perlu diasah, tetapi pendidikan tetap menjadi fondasi yang tidak boleh ditinggalkan.
Kepala SMP Mutual Kota Magelang, Ahmad Haryanto, mengatakan prestasi dan latihan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, kemampuan mengatur waktu menjadi kunci agar siswa tetap dapat berkembang tanpa mengorbankan kewajiban akademiknya.
“Ini tantangan SMP Mutual sebagai sekolah yang mendorong siswanya terus berprestasi. Maka manajemen waktu sangat penting. Dukungan orang tua dan guru harus terus berkolaborasi agar target sekolah tidak membuat siswa terlena,” tegasnya.
Bagi sekolah, pencapaian Dafa bukan sekadar tambahan daftar prestasi. Lebih dari itu, keberhasilannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk berani menemukan, mengembangkan, dan menunjukkan potensi yang mereka miliki. Kini, Dafa bersiap untuk melanjutkan langkahnya. Dari ruang kelas di Magelang, bakat vokalnya membawanya menuju panggung yang lebih luas di Malaysia.
Perjalanan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa sebuah hobi, ketika dijalani dengan tekun dan mendapat dukungan yang tepat, dapat tumbuh menjadi prestasi. Dan bagi Dafa, setiap nada yang ia lantunkan bukan hanya tentang bernyanyi, tetapi juga tentang mewujudkan harapan untuk membuat kedua orang tuanya bangga.
Kontributor : Fury Fariansyah

0 Response to "Dari Hobi Bernyanyi hingga Panggung Malaysia, Kisah Dafa Alvaro Mengejar Prestasi"
Post a Comment