-->

Feat

Pemulihan Bencana NTT Belum Usai, Siswa SMP Mutual Galang Donasi Rp10 Juta melalui Lazismu Kota Magelang

Foto : Kepala SMP Mutual, Ahmad Haryanto secara simbolis menyerahkan donasi NTT didampingi oleh IPM dan diserahkan kepada Lazismu Kota Magelang 

SURYAWARTA.COM-Magelang Pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) belum sepenuhnya usai. Di tengah upaya membangun kembali kehidupan para penyintas, kebutuhan akan tempat tinggal dan layanan pendidikan masih menjadi perhatian. Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) masih menjalankan sejumlah program pemulihan, di antaranya pembangunan 200 hunian sementara (huntara) bagi penyintas serta pengelolaan sekolah darurat.

Kondisi tersebut mengetuk kepedulian ratusan siswa SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang. Mereka menggalang dana kemanusiaan untuk membantu penyintas bencana di NTT melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Magelang.

Penggalangan dana dilakukan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting SMP Mutual dengan mendatangi kelas-kelas. Para siswa diajak berdonasi menggunakan kotak infak yang telah disiapkan, sembari mendapatkan informasi mengenai kondisi terkini para penyintas bencana di NTT dari Lazismu.

Ketua IPM SMP Mutual, Syaqila Naura, mengatakan penggalangan dana tersebut mendapat respons positif dari para siswa.

“Alhamdulillah, antusiasme para siswa cukup tinggi. Tadinya hampir dapat Rp10 juta. Lalu, kekurangannya untuk menggenapkan Rp10 juta kami ambilkan dari dana infak Jumat,” ujar Naura.

Dana kemanusiaan yang terkumpul kemudian diserahkan secara simbolis kepada Lazismu Kota Magelang. Penyerahan dilakukan Kepala SMP Mutual Ahmad Haryanto, didampingi para pengurus IPM.

Ahmad berharap donasi tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan para penyintas bencana di NTT sekaligus mendukung para relawan Muhammadiyah yang masih menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak.

Menurut dia, penggalangan dana bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi para siswa.

“Empati merupakan karakter yang sangat berharga bagi diri setiap manusia. Dengan program ini, anak-anak terus diasah untuk mempunyai rasa empati. Sehingga, dewasa nanti ia memiliki jiwa yang peduli dan tidak egois,” tutur Ahmad.

Ia menambahkan, pembelajaran bagi siswa tidak berhenti di ruang kelas. Keterlibatan langsung dalam aksi kemanusiaan menjadi kesempatan bagi mereka untuk mempraktikkan nilai kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini bukti nyata bahwa pembelajaran tidak hanya dalam ruang kelas, namun aksi nyata menjadi ruang pembiasaan yang mampu membawa generasi masa yang akan datang tetap memiliki moral yang baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Program Lazismu Kota Magelang, Rayung Putri, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang selama ini terjalin antara SMP Mutual dan Lazismu.

Ia berharap donasi yang dihimpun para siswa dapat memberikan manfaat bagi para penyintas sekaligus mendukung keberlanjutan respons kemanusiaan Muhammadiyah di NTT.

“Insya Allah, donasi ini akan sangat membantu para penyintas dan Muhammadiyah dalam respons misi-misi kemanusiaan melalui Lazismu,” ujar Rayung.

Kontributor : Fury Fariansyah

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pemulihan Bencana NTT Belum Usai, Siswa SMP Mutual Galang Donasi Rp10 Juta melalui Lazismu Kota Magelang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel