Dari Apel hingga Pentas Karya, SMP Mutual Magelang Ajak Santri Kenali dan Asah Potensi Diri
Foto : Suasana apel hari santri nasional di halaman SMP Mutual Kota Magelang
SURYAWARTA.COM - Magelang Pagi itu, suasana SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang tampak berbeda. Ratusan siswa hadir dengan balutan busana serba putih. Para siswi mengenakan gamis, sementara siswa laki-laki tampil dengan baju koko dan sarung. Nuansa religius terasa kental, menandai peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar di lingkungan sekolah.
Bagi SMP Mutual, Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan. Sebagai sekolah yang menerapkan program full day dan boarding, kehidupan pesantren menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian para siswa. Karena itu, momentum Hari Santri menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus mendorong siswa mengenali dan mengembangkan potensi diri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel Hari Santri Nasional di halaman sekolah pada Kamis (23/10). Dalam suasana khidmat tersebut, Fifi Ratna Eka sari selaku pembina apel mengajak para santri untuk tidak hanya bangga dengan identitasnya, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi melalui potensi yang dimiliki masing-masing.
Di hadapan para siswa, Fifi mengingatkan bahwa setiap individu mempunyai kelebihan yang berbeda. Perbedaan itu bukan alasan untuk saling membandingkan, melainkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai kemampuan diri.
“Jangan pernah ragu untuk percaya diri. Setiap kita punya potensi dengan cara kita masing-masing, seperti burung dan ikan. Siapa yang hebat? Keduanya hebat pastinya,” tegasnya dalam amanat apel.
Melalui perumpamaan sederhana tentang burung dan ikan, Fifi mengajak para siswa memahami bahwa setiap orang memiliki keistimewaan tersendiri. Ikan dengan kemampuannya berenang dan burung dengan kemampuannya terbang merupakan gambaran bahwa keunggulan seseorang tidak selalu dapat diukur menggunakan standar yang sama.
Ikan tidak harus terbang untuk membuktikan kehebatannya, sebagaimana burung tidak perlu berenang untuk menunjukkan kemampuannya. Begitu pula para santri, yang memiliki bakat dan potensi berbeda-beda untuk dikembangkan menjadi prestasi.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa proses menemukan jati diri membutuhkan keberanian untuk mencoba. Kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari pengalaman yang dapat mengantarkan seseorang menuju keberhasilan.
“Jangan takut mencoba untuk menemukan jati diri. Karena kesuksesan itu kumpulan pengalaman yang kadang harus gagal dulu, mencoba lagi dan terus mencoba,” ungkap Fifi.
Semangat untuk terus bertumbuh itulah yang menjadi salah satu pesan penting dalam peringatan Hari Santri di SMP Mutual. Santri diharapkan tidak berhenti pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga mampu menggali kemampuan lain, mengembangkan kreativitas, dan meraih prestasi sesuai bidang yang diminati.
Kepala SMP Mutual Kota Magelang, Ahmad Haryanto, menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri di sekolah tersebut tidak hanya diisi dengan apel. Sejumlah kegiatan lain, seperti kajian dan pentas karya santri, turut diselenggarakan untuk memberikan pengalaman sekaligus ruang ekspresi bagi para siswa.
Menurut Ahmad, keberadaan program boarding membuat kegiatan bernuansa pesantren menjadi bagian penting dalam pembinaan siswa. Kajian menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman keagamaan, sedangkan pentas karya memberikan kesempatan kepada para santri untuk menampilkan kemampuan dan kreativitas mereka.
“Karena di SMP Mutual ada program boarding, maka ada kegiatan kajian dan juga pentas karya santri. Ini menjadi momen yang ditunggu para santri. Mereka menunjukkan potensi dan wadah ajang kreasi,” jelas Ahmad.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Hari Santri di SMP Mutual menjadi lebih dari sekadar seremoni. Momentum ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk belajar menghargai perbedaan, membangun kepercayaan diri, serta berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
Pesan yang digaungkan pun sederhana, tetapi bermakna. Setiap santri memiliki potensi untuk berkembang. Dengan keberanian mencoba, kemauan belajar, dan kesempatan untuk berkarya, identitas santri dapat berjalan beriringan dengan prestasi.
Dari halaman sekolah hingga panggung pentas karya, semangat Hari Santri di SMP Mutual menegaskan bahwa menjadi santri bukan penghalang untuk berprestasi. Sebaliknya, nilai-nilai pesantren dapat menjadi bekal untuk tumbuh sebagai generasi yang berilmu, kreatif, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan.
Kontributor : Fury Fariansyah

0 Response to "Dari Apel hingga Pentas Karya, SMP Mutual Magelang Ajak Santri Kenali dan Asah Potensi Diri"
Post a Comment