Feat

Lagi-Lagi Muhammadiyah, Saya Jadi Curiga


Ilustrasi aksi Muhammadiyah dalam melayani umat saat pembagian hand sanitizer kepada supir angkot di Kota Magelang dalam antisipasi Covid-19

SURYAWARTA.COM-Jakarta Saat dirundung duka lagi lagi muhammadiyah, aneh… aneh..”, mengapa dalam setiap musibah dan bencana, selalu organisasi ini cepet banget bergerak?

Selalu saja yang dikerjakan adalah hal yang tidak strategis dalam kacamata saya, saat di palu orang sudah mulai lupa, Muhammadiyah bergerak sampai pada pemulihan warganya, demikian pula saat bencana lain, saat di Papua ada suku tertinggal Muhammadiyah datang, apa coba yang dicari?

Kala Covid-19 mewabah, Muhammadiyah bergerak baik dari sisi kesehatannya, preventif maupun hingga membantu penyemprotan disinfektan yg menjelajah kemana mana, itu semua dilakukan di tengah pemerintah kesulitan soal BPJS, yang menurut info banyak Rumah Sakit Muhammadiyah kena imbas yg tidak sedikit (sehingga kesulihat bayar pekerjanya), namun selalu bisa bertahan, dan bahkan semakin banyak berbuat.

Hitungan saya sebagai orang yang awam, Muhammadiyah biaya gerak pasti tidak sedikit yang disebar tanpa pamrih ini. Berapa biaya bahan, SDM, akomodasi?, Okelah kalau biaya konsumsi mau ditanggung tiap personal. Saya curiga, apa sebenarnya yang dicari lembaga ini, darimana dananya? disaat gejolak potilik justru Muhammadiyah bilang netral, disaat ada bencana justru sangat sigap, lantas apa yang Muhammadiyah cari?

Dan sekali lagi selalu yang dilakukan yang miskin publikasi, seolah tanpa pamrih. Padahal hidup ini kan normalnya selalu ada sesuatu yang diharapkan, saya memberi berapa dan saya dapat berapa? Tadinya saya kira muhammadiyah ini hanya malu malu kucing, jinak jinak merpati agar dapat simpati. Ternyata saya keliru, dan saya baru tahu kalau Muhammadiyah ternyata sudah 100 tahun lebih berbuat seperti ini.

Kesimpulan saya semua aspek tentu punya 2 sisi, dan ‘LSM’ ini memang sdh mengambil jalan selalu berkiprah dalam kesunyian, berbuat hanya untuk sesama. Walau saya sampai saat ini masih gemes, mengapa muhammadiyah mau maunya berbuat seperti ini, dan ini kelakukan yang sama di semua tempat.(fur)

Penulis : Andriawan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Lagi-Lagi Muhammadiyah, Saya Jadi Curiga"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel