-->

Feat

Tanamkan Nasionalisme Melalui Literasi Sejarah Pada Momen Peringatan Agustusan

Foto : Seorang Siswa SMP Mutual Kota Magelang bak seperti Soekarno dalam membacakan detik-detik Proklamasi sebagai narasi dalam parade drama peringatan HUT Republik Indonesia Ke-77 

SURYAWARTA.COM-Magelang Eforia peringatan kemerdekaan Republik Indonesia selalu menjadi warna dibulan agustus. Dari senayan hingga pedesaan mereka bangga dan bahagia memperingati kemerdekaan negara tercinta. Dari lomba makan kerupuk sampai lomba pengibaran bendera. Semua itu menjadi bukti bahwa rakyat Indonesia masih ingat tentang perjuangan bangsa ini menjadi merdeka.

Seperti yang dilakukan oleh para siswa di SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang. Mereka memperingati dengan lomba-lomba dan parade drama kemerdekaan.

Dwi Dedi selaku Ketua Panitia dan juga kesiswaan SMP Mutual Kota Magelang menyampaikan bahwa kegiatan peringatan agustusan ini dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut sejak tanggal 17 agustus.

"Diawali dengan upacara dan grebek getuk sampai dengan parade drama sebagai bagian dari literasi sejarah. Diharapkan, moment ini menjadi ajang refleksi dan mengingatkan sejarah kemerdekaan", ujarnya.

Dikatakan, kegiatan lomba berbasis kelompok untuk mengasah kerjasama, lomba menghias kelas dan juga puncaknya adalah penampilan drama perwakilan kelas.

"Semoga dengan adanya semarak kemerdekaan ini mampu menanamkan jiwa nasionalisme pada diri siswa. Mereka dituntut belajar kembali tentang sejarah kemerdekaan yang dituangkan dalam skenario narasi drama", tambahnya.

Wasi'un selaku kepala sekolah menyampaikan bahwa dalam upacara peringatan 17 agustus diikuti dengan grebeg getuk. Ini menjadi bagian dari nguri-nguri makanan tradisional khas Magelang ditengah gempuran makanan kekinian. Anak-anak sekarang sudah jarang menikmati makanan tradisional. Mereka lebih mengenal makanan-makanan fast food yang dianggap lebih modern.

"Jangan sampai generasi sekarang lupa dengan makanan tradisional seperti getuk yang berbahan ketela dan dulu menjadi makanan pokok", ungkapnya. 

Dirinya juga mengapresiasi karya drama para siswa tentang kemerdekaan. Mereka mengemas menjadi sebuah karya yang mampu menjadi defleksi Kemerdekaan.

"Ini cara kami agar para generasi muda dapat mengingat para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa indonesia. Sebuah literasi sejarah yang tak boleh dikaburkan", pungkasnya.

Kontributor : Fury Fariansyah

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tanamkan Nasionalisme Melalui Literasi Sejarah Pada Momen Peringatan Agustusan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel