-->

Feat

Wujud Filantropy Lazismu, Gerakkan Kebaikan Melalui Kamilan

Foto : Kegiatan Kamilan oleh Lazismu Kota Magelang dan IPM di Masjid Tanwir Komplek Muhammadiyah Kota Magelang

SURYAWARTA.COM-Magelang Lembaga Amil Zakat Infaq Sodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kota Magelang kembali mengadakan Kajian Melenial Magelang (Kamilan). Kegiatan ini bersinergai bersama Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai gerbong Muhammadiyah yang bergerak dilini pelajar. Kegiatan yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali ini terbuka untuk umum. Khususnya adalah untuk para remaja dan juga pelajar disekitar Kota Magelang.

Alia Endah selaku Kepala Devisi Program menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi wadah silaturahmi para pelajar Islam di Kota Magelang. Lazismu yang merupakan bagian dari filantropy Muhammadiyah tentu harus ada dan hadir ditengah gerusan kemajuan zaman yang membuat banyak remaja terlena. 

"Oleh karenanya kita menggandeng IPM yang saya kira pas untuk bersinergi. Kita berharap, melalui wadah ini banyak para remaja dan pelajar yang tetap isriqomah dalam mensyiarkan kebaikan", jelasnya.

Selain itu, dirinya merasa bahwa setiap orang punya tanggungjawab dakwah. Meskipun Lazismu adalah lembaga zakat infaq dan shodaqoh, namun program-program yang diluncurkan bisa disinergikan sehingga tidak hanya berbasis pentasyarufan konsumtif namun menuju pemberdayaan dan edukatif.

Hadir juga dalam kesempatan ini para pengurus IPM Kota Magelang sebagai bagian dari penyelenggara kegiatan. 

Kali ini, kajian diisi oleh Ust. Panrois yang juga motivator. Usianya yang masih muda, maka sangat tepat jika dirinya memberikan tausiyah dalam kajian kali ini. 

Saat menyampaikan ceramahnya, pria yang sedang menempuh pasca sarjana di Universitas Muhammadiyah Magelang Prodi Management Pendidikan Islam ini berpesan agar jadi generasi melenial yang pandai memilih teman. Jangan sampai apa yang kita lakukan justru salah karena kurang bijak dalam memilih lingkungan.

"Bijaklah memilih teman, karena sifat itu menular", tegas lelaki kelahiran Banyuwangi.

Dirinya mengatakan bahwa kalau teman kita itu saat shalat suka ngantuk, maka kita pun akan tertular. Karena kebaikan atau keburukan sifatnya menular.

"Itu toxid. Racun yang kapan saja membuka peluang meracuni kita", disampaikan dengan lantang.

Salah satu peserta bertanya, bagaimana menyikapi teman yang suka bilang kalau pilih teman jangan pilih-pilih? Padahal dia membawa racun yang suka menggunjing.

"Ya disampaikan dengan bijak. Kalau memang hidup itu pilihan. Kita tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Kalau kita sudah ingatkan dan kita cenderung sulit melawan pengaruhnya, maka lebih baik kita tinggalkan. Lebih baik waspada. Kalau dibenci, itu biasa. Karena kebaikan itu pasti ada tantangannya", pungkasnya dalam menjawab pertanyaan.

Kontributor : Fury Fariansyah

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Wujud Filantropy Lazismu, Gerakkan Kebaikan Melalui Kamilan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel