MyDay : Jalan Tol Yang Mulus
Foto : Kyai Abu Ubaidah (memakai batik dan peci) saat memberikan nasehat dalam syawalan guru SMP Mutual)
SURYAWARTACOM-Magelang Obrolan silaturahmi syawal bersama Kyai Abu Ubaidah. Dirinya menceritakan bahwa jalan tol itu jalan bebas hambatan. Jalannya mulus. Nyaman untuk kecepatan tinggi. Mereka pengguna rela merogoh kocek mahal, demi sebuah kenyamanan. Begitu cerita tokoh Muhammadiyah Kota Magelang yang lagend. Kami sering memanggilnya dengan Kyai Abu.
Tradisi syawalan dan silaturahmi ke rumah beliau selalu ditutup dengan sambutan dan ilustrasi yang memberikan hikmah. Pengalaman beliau sebagai tokoh Muhammadiyah memang tidak bisa dikesampingkan.
Bahkan, beliau ini umurnya sudah lebih dari 80 tahun. Namun, semangatnya membaca tak tertandingi. Kebiasaan beliau setiap pagi selalu membaca koran. Tak wajar, jika pikirannya selalu update. Meski sudah tua, selalu ada pikiran muda.
Beliau juga menjelaskan bahwa tahun ini tingkat kecelakaan mudik di jalan tol cukup tinggi. Kecepatan dalam mengemudikan kendaraan yang kadang tidak sadar dengan speedometer membuat para korban kecelakaan terabaikan. Kenyamanan dalam menginjak pedal menjadi penyebab kecelakaan.
Pun kata beliau. Sebagai punggawa tokoh pejuang Muhammadiyah yang tidak hanya fokus dalam dakwah agama, beliau punya segudang pengalaman dalam mengelola lembaga pendidikan. Bahkan, beliau pernah menjadi kepala sekolah sampai 20 tahun.
Inilah nasehat beliau saat para guru SMP Mutual silaturahmi kemarin. Momen syawal. Dirinya memberikan alarm bahwa banyak sekolah besar yang dulu berjaya, kini tinggal cerita dan sebuah narasi kata. Dulu ada sekolah yang jaya. Dulu muridnya ribuan. Dan kini hanya soal katanya.
Kenyamanan dan kelengahan dalam kondisi yang mulus kadang membuat orang lengah. Lembaga apa pun itu. Perusahaan atau lembaga pendidikan. Kejayaan yang mengenakkan membuat posisi nyaman. Sudah merasa hebat. Itu yang tidak boleh dimiliki. Jika kenyamanan tidak diimbangi dengan inovasi dan perjuangan, maka yang muncul bukan kejayaan. Justru sebaliknya, kehancuran yang dapat menjadikan lembaga tidak hanya menurun, bisa jadi mati.
Pesan ini sudah menjadi alarm. Kita tidak boleh lengah dalam setiap amanah. Tidak ada hidup tanpa perjuangan. Bahkan, jejak pengalaman beliau bisa menjadi puncak cerita kejayaan tidak berjalan begitu saja. Ia pernah bercerita, bahwa saat beliau masih muda, menjadi pejuang itu pilihan. Sempat dipenjara karena membela kebenaran, bahkan disaat istrinya hamil. Ini menunjukkan bahwa setiap kejayaan memang harus ada pengorbanan. Karena titik kenyamanan bisa menjadi jebakan.
Penulis :
(Fury Fariansyah/ Founder Suryawarta/
Guru SMP Mutual Kota Magelang)

0 Response to "MyDay : Jalan Tol Yang Mulus"
Post a Comment