-->

Feat

MyDay : Muharram

Foto : Ilustrasi sebuah kesyukuran dan perubahan dari setiap perjalana  seorang hamba

SURYAWARTA.COM-Magelang Hari selasa. Saya dirumah. Kebetulan tanggal merah karena bertepatan pada tanggal 16 juni 2026 itu awal tahun baru Islam. Sederhana. Pertanyaan istri yang dilontarkan. 

"Gak ada acara mas?", ucapnya saat pagi itu masih pukul 06.00 WIB.

Saya menjawab tidak. Kebetulan memang tidak ada acara. Sebenarnya ada, tetapi malam kemarin terbatalkan. Kami sedang duduk lesehan berdua diruang tamu. Kak Izza, anak perempuanku tiba-tiba menyusul. Terbangun dari kamarnya. 

Tangan istriku memeluk kak Izza. Tiba-tiba dia bilang.

"Kak Izza, hari ini harusnya  Tazkia lahir. Tapi Allah lebih sayang kita. Allah tahu. Kami mungkin belum pantas mendapat amanah ini ya mas", ucapnya dengan wajah berkaca-kaca. 

Ternyata saya baru tahu. Tanggal 16 juni ini adalah HPL kelahiran calon putri kedua kita. Yang sudah Allah panggil saat usia memasuki tujuh bulan dalam kandungan. Kami memberi nama Faiza Tazkia Shafia.

Semenjak kejadian itu, saya melihat istri saya semakin tenang. Ketika berdiskusi, ia selalu bicara tentang Allah Maha Baik. Ujian yang dialami sehingga ia harus beristirahat beberapa bulan itu membuat dirinya semakin banyak membaca buku. Melihat konten-konten tentang kehilangan anak dan menebalkan keimanan. Diskusinya tentang urusan akherat. Bahkan banyak hal yang Allah suguhkan dengan keajaiban. 

Sejak istri sakit, saya harus pulang lebih awal. Melayani dan sering ngobrol bareng dimomen-momen berdua. Sebagai seorang aktivis, saya memang sering pulang agak malam. Ia paham. Gak pernah menuntut. Mungkin, ini cara Allah untuk lebih banyak waktu bersamanya, tanpa harus menuntut ketika saya sering tingal-tinggal kegiatan. 

Saya juga jadi bersyukur. Bisa lebih banyak waktu dan ngobrol dengan kak Izza. Karena kalau pulang sekolah selalu bersama saya. 

Muharram tahun ini membuat saya banyak bersyukur. Mendewasakan perjalanan hidup, menyerap hikmah dibalik ujian. 

Saya sering mendengar dari lisan istriku. Kejadian ini menjadi banyak ilmu.

**

"Allah lebih tahu. Mungkin, kita belum mampu jika diamanahi putri yang kedua. Allah lebih memantaskan syurga untuk kita. Bisa jadi, jika Tazkia lahir dan diberikan umur panjang, kita belum pantas menjadi orang tua yang tanggung jawab", ucapnya. 

Saya menjadi lebih banyak belajar. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang diluar ekspektasi. Saya merasa bahwa iman saya lebih rendah dari istri saya. 

Terimakasih Ya Rabb, Muharram tahun ini terasa lebih bermakna. Memaknai muhasabah untuk terus memantaskan diri sebagai seorang hamba.

Oleh : 
Fury Fariansyah
___________________


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "MyDay : Muharram "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel