Skip to main content

TingkatKan Mutu Pendidikan, Muhammadiyah Kota Magelang Adakan Rapat Kerja Bersama Pimpinan AUM


Ketua PDM Kota Maagelang secara simbolis menyerahkan pengesahan RAPBS 2019/2020 kepada Kepala SMP Mutual
 
Suryawarta.Com (Magelang) Memasuki tahun ajaran baru 2019/2020, Majelis Pendidikan dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang menggelar Rapat Kerja Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan selama 2 hari di Gedung BPSDM Tanbun Provinsi jawa Tengah, (27-28/07).

Kegiatan yang mengusung tema “Melalui Rapat Kerja Kita Wujudkan Kebersamaan Untuk Meningkatkan Mutu Sekolah/ Madrasah Muhammadiyah di Kota Magelang Yang Berkemajuan” tersebut di ikuti sebanyak 49 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan wakilnya dari SD/MI hingga SMA/SMK Muhammadiyah Se Kota Magelang.

S. Edi Sucahyo, SE, ST, MT selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Magelang mengatakan bahwa hasil Rakornas Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah yang diselenggarakan di Yogyakarta tahun 2018 diharapkan setiap daerah mempunyai AUM yang unggul. Bahkan diharapkan setiap AUM unggul dan mempunyai ciri khas yang berbeda dengan sekolah non Muhammadiyah.

Penandatanganan pengesahan RAPBS sekolah

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa tantangan persaingan diluar lebih ketat. Bahkan sistem zonasi yang dicanangkan pemerintah menjadikan sekolah Muhammadiyah harus punya inovasi dalam bersaing. Meskipun, menurutnya zonasi mempunyai dampak positif bagi sekolah Muhammadiyah yang mampu menawarkan sebuah kualitas yang unggul dan tetap dilirik oleh masyarakat.

Ia menambahkan bahwa ada 4 tantangan nyata yang harus dihadapi oleh Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan yaitu politisasi pendidikan, globalisasi, ketidakpastian, dan kompetensi SDM. Semua itu menurutnya sebuah tantangan baru yang harus siap dihadapi oleh sekolah-sekolah Muhammadiyah.

“Tantangan dan banjir perubahan tidak bisa dihilangkan, namun kitalah yang harus siap membendung dengan segala inovasi agar tantangan itu berubah menjadi peluang. Sekolah Muhammadiyah harus mampu mengembangkan kreatifitasnya agar sekolah selalu menjual dengan program yang dibutuhkan masyarakat”, tagasnya dalam sambutan pembukaannya.

Suryanto, M. Pd selaku sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Magelang juga menambahkan bahwa semangat perjuangan para pendidik dan tenaga kependidikan harus berlandaskan perjuangan. Karena kelahiran sekolah Muhammadiyah yang dicetuskan oleh KH. A. Dahlan bermula atas dasar dakwah Islam yang mencerahkan.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh H. Solichin, S. Ag selaku Ketua PDM Kota Magelang. Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan sekolah menjadi sekolah unggul adalah ketika sekolah diminati masyarakat.

“Sekolah yang unggul itu sekolah yang diminati masyarakat dan mempercayakan anaknya untuk dididik disekolah tersebut. Benar, berani, bertanggungjawab harus menjadi landasan perjuangan setiap pengelola AUM”, tandasnya.(Mgl/Fury)

Comments

Popular posts from this blog

Haedar Nashir Berikan Sambutan Saat Pemakaman Gus Solah.

SURYAWARTA.COM-Jombang Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pada Senin (3/2) memberikan sambutan sekaligus melepas jenazah KH Sholahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah bertempat di Ponpes Tebuireng Jombang.
Hadir bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jombang.
Dikutib dari muhammadiyah.or.id, Haedar mengatakan bahwa sosok Gus Sholah merupakan tokoh  yang rendah hati, bergaul luas dengan banyak kalangan, moderat, memiliki komitmen keislaman yang kuat, dan visi kebangsaan yang luas.
"Gus Sholah sangat konsens pada demokrasi dan hak asasi manusia dengan konsisten," tutur Haedar.
Haedar juga menceritakan, sebelum Gus Sholah terbaring sakit, beliau masih berkomunikasi tentang rencana pemutaran Film Dua Tokoh Kyai Dahlan dan Kyai Hasyim Asyari, yang rencananya akan mengundang Presiden R…

Hijaukan Sekolah, SMP Mutual Adakan Program OPOF

SURYAWARTA.COM-Magelang Salah satu program SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang adalah menjadikan sekolah yang peduli dengan lingkungan atau yang dikenal dengan istilah Adiwiyata. Hal ini dibuktikan dalam misi sekolah dengan dikuatkan prestasi penghargaan tingkat kota Magelang oleh Walikota sebagai sekolah Adiwiyata yang berturut-turut pada tahun 2018-2019.

Dalam berkesinambungan, SMP Mutual terus mencoba untuk mengedukasi kepada seluruh keluarga besar SMP Mutual untuk peduli terhadap lingkungan. Mulai dari bank sampah, program pemilahan sampah, hingga yang terbaru ini adalah program one people one flower (OPOF). 
Kamis (2/1/20), hari pertama masuk sekolah setelah liburan panjang jeda semester genap 2019/2020. Ada hal yang berbeda, para siswa tidak seperti biasanya saat berangkat sekolah. Mereka satu-persatu menjinjing tanaman bunga yang akan diletakkan didepan kelas mereka masing-masing.  "Hari ini anak-anak masuk pertama setelah liburan. Pihak sekolah meminta un…

Jeda Semester, MIM DUPAN Adakan Market Day

SURYAWARTA.COM-Magelang Selasa (10/3), MI Muhammadiyah Terpadu Harapan (MIM Dupan) Kota Magelang nampak berbeda seperti biasanya. Halaman yang biasanya kosong, kali ini penuh dengan stand makanan dan wajah yang mirip seperti koki. Hal ini dikarenakan ada acara "Market Day" yang dikemas oleh sekolah dalam mengisi jeda semester.
Dalam kegiatan ini, selain mengemas dengan market day, MIM Dupan juga membuka sembako murah yang dapat dibeli oleh wali murid maupun warga sekitar sehingga ada interaksi yang baik antara pihak madrasah dan lingkungan sekitar. Nina Agustien, S. Pd sebagai kepala madrasah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja diadakan untuk mengisi jeda semester dan memberi stimulus kreativitas serta jiwa interprenurship pada anak.
"Alhamdulillah, keterlibatan siswa dan wali murid nampak bahagia. Ini adalah salah satu cara kita merekatkan komunikasi lembaga dengan orang tua. Setidaknya, dengan semikian ada komunikasi intensif yang dibangun dalam membawa pendid…