Feat

17 tahun Lazismu, Siap Mengarungi Samudra Zakat


 
Andi Triyanto, MSI Ketua Lazismu Kota Magelang Periode Muktamar 47 (2015-2020)
Suryawarta.Com (Magelang) 4 Juli 2002 silam, Muhammadiyah telah membuat sebuah keputusan besar dan strategis. Adalah Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengesahkan berdirinya Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah atau yang saat ini dikenal Lazismu. Beberapa episode sejarah juga telah dilewati. Pada awal berdirinya, Lazismu dipimpin oleh inisiatornya, Dr. Din Syamsuddin. Periode ini saya sebut sebagai periode perintisan, sebuah periode dimana Lazismu mulai memperkenalkan dirinya kepada masyarakat umum. Targetnya waktu itu sederhana saja. Bagaimana Lazismu bisa dikenal orang dan dapat menarik perhatian kelas menengah Muslim yang memiliki simpati dan empati kepada gerakan persyarikatan Muhammadiyah, dan mendukungnya melalui zakat dan shadaqah. Lazismu bertugas mendekati donatur besar di kalangan simpatisan Muhammadiyah di Ibu Kota. Selain itu, tugas berat justru juga ada di dalam persyarikatan, yaitu bagaimana memperkenalkan Lazismu kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah sendiri dan bahkan kepada pimpinan Muhammadiyah. Dalam kurun beberapa tahun, Dr. Din Syamsuddin berhasil membangun kepercayaan diri persyarikatan Muhammadiyah bahwa Lazismu mampu menjadi salah satu Lembaga Amil Zakat Nasional yang kontribusinya kepada masyarakat semakin kuat. Pada periode beliau pula Lazismu mendapatkan pengesahan dari Kementerian Agama RI. Demikianlah tulisan Hilman Latief, M.A., Ph.D selaku Ketua Lazismu PP Muhammadiyah dalam web times.Id sebagai bentuk rasa syukur atas eksistensi lazismu sampai saat ini yang menggenapkan usianya hingga 17 tahun.

Andi Triyanto, M.SI selaku ketua Lazismu Kota Magelang mengatakan bahwa usia 17 tahun bukanlah waktu yang singkat. Namun, ada proses panjang menuju pendewasaan. Ujian dan badai dalam membangun menara impian yang terkristalkan dalam visi misi Lazismu butuh perjuangan. Semangat kemajuan yang terus tersemai dalam diri Muhammadiyah menjadikan Lazismu semakan mantab hingga pelosok negeri.
 
Ilustrasi : Lazismu dalam melayani umat
Lebih lanjut, andi menambahkan bahwa secara umum slogan Lazismu yaitu memberi untuk negeri menjadi gerakan tiada henti dalam memberikan kebermanfaatan. Pun Lazismu Kota Magelang, sebagaimana amanah Musyawarah Daerah (Musyda) Muhammadiyah Kota Magelang periode Muktamar ke-47, syiar Lazismu terus digelorakan mengiringi dakwah Muhammadiyah dalam mengelola dana umat serta melayani umat.

“Sebelum amanah dipundak kami, gerakan zakat yang dikelola Muhammadiyah Kota Magelang mulai ditingkat cabang dan ranting telah ada. Kami hanya meneruskan perjuangan para pendahulu yang merintis gerakan zakat diakar rumput. Namun, Alhamdulillah saat ini nama Lazismu sudah menjadi femiliar ditelinga warga Kota Magelang. Semua itu adalah perjuangan para aktifis Muhammadiyah yang sudah lama digerakkan”, katanya.

Sebagaimana hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lazismu Kota Magelang tahun 2019, Lazismu Kota Magelang dengan taglinenya “Bersinergi Dalam Harmoni”, maka langkah Lazismu Kota Magelang selalu mencoba bersinergi bersama Majelis/lembaga, cabang ranting, ortom, serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

“Semoga di usianya yang ke 17 tahun ini, Lazismu semakin mantab dan terus dipercaya masyarakat sebagai lembaga zakat yang terpercaya dalam mengelola dana umat. Teruslah berkarya dan melayani umat membawa bendera dakwah Muhammadiyah dan Islam pada umumnya”, pungkasnya.(Mgl/Fury)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "17 tahun Lazismu, Siap Mengarungi Samudra Zakat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel