Skip to main content

Kenalkan Warisan Perjuangan Kemerdekaan, SMP Mutual Adakan Pentas Pengenal Hizbul Wathan


 
Kepala Sekolah memberikan amanat saat penyalaan api unggun
SURYAWARTA.COM MAGELANG - Jum’at-Sabtu, (16-17/08/19) SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang mengadakan Pentas Hizbul Wathan perdana yang diikuti oleh kelas VII di sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut diikuti sebanyak 176 siswa. Pentas Hizbul Wathan tersebut merupakan pengenalan awal kepada kelas VII yang lebih mendalam tentang Kepanduan Hizbul Wathan yang menjadi organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah dibidang kepanduan.

Wasiun, M. Pd.I selaku kepala sekolah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertepatan dengan malam 17 Agustus yang menjadi hari kelahiran bangsa Indonesia. Menurutnya, selain sebagai ajang pengenalan kepada siswa kelas VII, waktu yang diambil bertepatan dengan malam 17 Agustus tersebut menjadi ajang refleksi dan mengenalkan sejarah kepada para siswa bahwa Hizbul Wathan adalah bagian dari sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan yang lahir pada 1918 jauh sebelum Indonesia merdeka telah memberikan perananya. Hizbul Wathan yang bermakna harfiah “pembela tanah air” berdiri sebagai wujud cinta tanah air, bangsa dan negara. 
Foto : Istimewa
“Sejak lahir, cita-cita Hizbul Wathan adalah wujud cinta tanah air. Maka sudah sewajarnya jika Soedirman menjadi jendral ditubuh TNI karena dirinya telah mengawali aktifitasnya sebagai penggerak kepanduan Hizbul Wathan. Kader Hizbul Wathan harus bangga, ada pejuang Indonesia yang lahir dari rahim Muhammadiyah”, ujarnya.

Lebih lanjut, Wasiun berpesan kepada para peserta bahwa para pendiri Muhammadiyah adalah bagian dari pendiri bangsa. Maka pelajar Muhammadiyah yang menjadi calon kader Muhammadiyah harus mampu mengisi kemerdekaan dengan perbuatan positif.
Foto : Istimewa
“Pelajar Muhammadiyah harus mampu berkompetisi dalam kemajuan. Dalam tubuh pelajar Muhammadiyah harus mempunyai semangat belajar sebagaimana tercantum dalam janji pelajar Muhammadiyah”, pungkasnya.

Chomsin Adi Subroto selaku Ketua Panitia kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diawali dengan apel pembukaan serta diisi materi tentang Kepanduan Hizbul Wathan sebagai pengetahuan awal. Selain itu, ada kegiatan api unggun yang didalamnya ada pentas kreatifitas untuk mengasah potensi softskill siswa.(Mgl/Fury)

Comments

Popular posts from this blog

Haedar Nashir Berikan Sambutan Saat Pemakaman Gus Solah.

SURYAWARTA.COM-Jombang Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pada Senin (3/2) memberikan sambutan sekaligus melepas jenazah KH Sholahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah bertempat di Ponpes Tebuireng Jombang.
Hadir bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jombang.
Dikutib dari muhammadiyah.or.id, Haedar mengatakan bahwa sosok Gus Sholah merupakan tokoh  yang rendah hati, bergaul luas dengan banyak kalangan, moderat, memiliki komitmen keislaman yang kuat, dan visi kebangsaan yang luas.
"Gus Sholah sangat konsens pada demokrasi dan hak asasi manusia dengan konsisten," tutur Haedar.
Haedar juga menceritakan, sebelum Gus Sholah terbaring sakit, beliau masih berkomunikasi tentang rencana pemutaran Film Dua Tokoh Kyai Dahlan dan Kyai Hasyim Asyari, yang rencananya akan mengundang Presiden R…

Hijaukan Sekolah, SMP Mutual Adakan Program OPOF

SURYAWARTA.COM-Magelang Salah satu program SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang adalah menjadikan sekolah yang peduli dengan lingkungan atau yang dikenal dengan istilah Adiwiyata. Hal ini dibuktikan dalam misi sekolah dengan dikuatkan prestasi penghargaan tingkat kota Magelang oleh Walikota sebagai sekolah Adiwiyata yang berturut-turut pada tahun 2018-2019.

Dalam berkesinambungan, SMP Mutual terus mencoba untuk mengedukasi kepada seluruh keluarga besar SMP Mutual untuk peduli terhadap lingkungan. Mulai dari bank sampah, program pemilahan sampah, hingga yang terbaru ini adalah program one people one flower (OPOF). 
Kamis (2/1/20), hari pertama masuk sekolah setelah liburan panjang jeda semester genap 2019/2020. Ada hal yang berbeda, para siswa tidak seperti biasanya saat berangkat sekolah. Mereka satu-persatu menjinjing tanaman bunga yang akan diletakkan didepan kelas mereka masing-masing.  "Hari ini anak-anak masuk pertama setelah liburan. Pihak sekolah meminta un…

Jeda Semester, MIM DUPAN Adakan Market Day

SURYAWARTA.COM-Magelang Selasa (10/3), MI Muhammadiyah Terpadu Harapan (MIM Dupan) Kota Magelang nampak berbeda seperti biasanya. Halaman yang biasanya kosong, kali ini penuh dengan stand makanan dan wajah yang mirip seperti koki. Hal ini dikarenakan ada acara "Market Day" yang dikemas oleh sekolah dalam mengisi jeda semester.
Dalam kegiatan ini, selain mengemas dengan market day, MIM Dupan juga membuka sembako murah yang dapat dibeli oleh wali murid maupun warga sekitar sehingga ada interaksi yang baik antara pihak madrasah dan lingkungan sekitar. Nina Agustien, S. Pd sebagai kepala madrasah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja diadakan untuk mengisi jeda semester dan memberi stimulus kreativitas serta jiwa interprenurship pada anak.
"Alhamdulillah, keterlibatan siswa dan wali murid nampak bahagia. Ini adalah salah satu cara kita merekatkan komunikasi lembaga dengan orang tua. Setidaknya, dengan semikian ada komunikasi intensif yang dibangun dalam membawa pendid…