Feat

Asah Gerakan Filantropi, IMM Magelang Bina TPA di Kampung Pemulung.

Foto : Para kader IMM Magelang saat melaksanakan bimble dan TPA di kampung para pemulung
SURYAWARTA.COM-Magelang Jangan dibayangkan gedung Tempat Pendidikan Al Qur'an (TPA) itu nampak megah. Belasan anak itu hanya beralaskan banner bekas dengan modal semangat belajar. Tempatnya tak terlihat dari jalanan kota, bahkan harus melewati tebing curam yang tak dikira kalau tempat itu ada perkampungan di pinggiran kota. Sebenarnya istilah kampung pemulung ini hanya sebutan kebetulan saja. Dimana para penghuni kampung itu mereka semua bekerja menjadi pemulung.

Berita yang dihimpun oleh redaksi suryawarta.com, kampung pemulung ini terdiri dari 10 KK dengan 30 orang penghuni baik dari anak-anak, orang dewasa dan orang tua. Menurut Suroto, salah satu yang dituakan di kampung tersebut mengatakan bahwa awalnya mereka tinggal di dekat sungai elo belakang terminal tidar Kota Magelang. Mereka menempati tanah bengkok yang saat itu kosong. Namun, sekarang mereka pindah di tempat sekarang karena tanah tersebut akan dipakai.
Foto : salah satu kader IMM Magelang mengajari baca iqro (sumber : IMM Magelang)

"Kami disini beli sawah beberapa tahun lalu. Kita bangun rumah dengan bahan seadanya. Yang penting bisa untuk berteduh dan berlindung", katanya.

Suroto berharap, suatu saat pemerintahan dapat memberikan solusi jalan dari perkampungan tersebut. Menurutnya, mereka semua orang asli Kota Magelang. Dan saat ini mereka ikut wilayah Tidar Selatan, Magelang Selatan, Kota Magelang.

"Disini kami jauh dari masjid atau mushola. Saya senang ada adik-adik Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Magelang mengajar TPA, mendampingi belajar anak-anak, dan juga semoga suatu saat nanti kami juga bisa dibimbing ngaji", tandasnya.

Khalid Hamzah Prasetya selaku ketua Pimpinan Cabang (PC) IMM Magelang mengatakan bahwa awalnya dirinya mendengar cerita kalau ada perkampungan yang jauh dari kata layak ditempat tersebut. Dirinya dan para kader IMM Magelang mencoba menyambangi dan membangun komunikasi.

"Saat itu mereka butuh pembinaan anak-anaknya. Tidak hanya itu, sebenarnya juga masalah penguatan ekonomi. Namun, IMM sementara baru bisa memberikan pembinaan dikalangan anak-anak", ucap Khalid.

Saat ini, setiap seminggu tiga kali para kader IMM Magelang melaksanakan kegiatan TPA dan bimbingan belajar (bimbel). 

Pintanya, semoga nantinya IMM Magelang dapat memberikan pembinaan untuk menguatkan pendidikan dan spiritual, terlebih menguatkan ekonominya.

"Kebanyakan setelah SMP, anak-anaknya mengikuti kiprah orang tua mereka yaitu menjadi pemulung. Semoga kehadiran kami dapat menebarkan manfaat", harapnya.(mgl/fur)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Asah Gerakan Filantropi, IMM Magelang Bina TPA di Kampung Pemulung."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel