Feat

Bukan Hanya Kumpulan, Namun Ini Gerbong Kebaikan

Foto : Para Anggota Komite dan Ikwam SMP Mutual serta dibantu Relawan Muhammadiyah saat persiapan bagi takjil dibulan ramadhan, tepatnya di alun-alun Kota Magelang

SURYAWARTA.COM-Magelang Mereka tak mau dikatakan sebagai formalitas keberadaannya. Pernah terdengar ditelingaku sendiri, mereka berkomitmen untuk turut memajukan. Aku melihat mereka memang cukup energik. Bahkan, selalu terdepan dalam menggerakkan kebaikan. 

"Kita memang belum sempat dilantik, namun kita mencoba untuk bergerak dan memajukan untuk membawa SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang menjadi yang terbaik bagi putra putri kita", obrolan Bu Dian dengan saya selaku Ketua Komite di WhatsApp.

Pandemi Covid-19 (Corona) telah menunda rencana pelantikan kala itu. Akan tetapi, itu bukan alasan untuk tidak bergerak. Justru, saat pandemi berlangsung, mereka tergugah dan semangat langsung aksi.

Rasa empati yang tinggi, saat itu komite dan ikatan wali murid (Ikwam) SMP Mutual bergerak mengumpulkan donasi Covid-19. Melalui kekuatan media sosial, tanpa ragu mengetuk pintu hati para wali murid. Donasi itu diserahkan ke RSU Tidar Kota Magelang berupa suplemen dan vitamin kepada para tenaga medis yang bertugas menangani Covid-19.

Tidak berhenti sampai situ. Saya pun kaget, mengapa? Karena saat itu saya yang juga diamanahi di Muhammadiyah Covid-19 Command Canter (MCCC) Kota Magelang dimana menjadi gugus tugas penanganan Covid-19 oleh Muhammadiyah dihubungi oleh salah satu pengurus Ikwam SMP Mutual. Mereka memberikan bantuan paket sembako sebanyak 20 paket sembako untuk masyarakat terdapampak. Selama Covid-19 ini pun dilaksanakan secara 2 tahap. Tambah Alat Pelindung Diri (APD) yang dibagikan di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota dan Kabupaten Magelang.

Ramadhan Telah Menyatukan Semangat Kembali
Jelang ramadhan, biasanya mereka sudah sibuk. Bukan sekedar menu buka yang mereka pikirkan, namun menu kebaikan yang harus digerakkan dibulan ramadhan. Bahkan, tahun lalu mereka membuka open donasi baju pantas pakai hingga banu baru yang dijual murah. Tidak sekedar mencari untung, layaknya misi mereka yaitu misi sosial. Maka, hasilnya akan menjadi kumpulan receh yang menjadi lembaran rupiah berharga dan akan digunakan membeli sembako untuk dibagikan kepada para duafa.

"Biasanya seperti ini sudah sibuk pilah pakaian pantas pakai, menyebar kupon donaai, dan juga merancang semarak ramadha", tulisku dalam story whatsApp saat itu. 

Tiba-tiba, ada coment yang membuatku kaget. Perempuan yang sering disapa anak-anak Bunda Hani itu memberikan coment : "Insya Allah ramadhan ini tetap bergerak pak, meski tak semeriah ramadhan kemarin", balasnya dalam WhatsApp. 

Dan itu benar, dari kebanyakan pengurus perempuan itu mampu memberikan banyak manfaat untuk umat dengan bendera SMP Mutual. 

Sebanyak 200 paket sembako ditasyarufkan kepada para petugas kebersihan, masyarakat sekitar SMP Mutual, dan juga dilingkungan para pengurus Ikwam.

"Kita bagikan diwilayah pengurus Ikwam juga pak, ini sebagai langkah mengenalkan SMP Mutual kepada masyarakat", Kata Dyah yang juga pengurus Ikwam saat packing paket sembako dibulan ramadhan.

Selain paket sembako, semangatnya tidak sampai disini. Mereka juga menutup kegiatan ramadhan dengan berbagi takjil di alun-alun Kota Magelang.

"Ada 300 paket takjil kali ini pak", kata bu Evin yang akrab disapa bunda Hani.

Di Kampung Pemulung
Ceritaku tentang kampung pemulung ternyata membuat tersulut hatinya dalam berbagi. Saat itu, bibir ini bercerita bahwa di Kota Magelang ada kampung yang semua masyarakatnya berprofesi sebagai pemulung. Dengan cukup dramatis memang, aku bercerita bahwa jalan untuk menuju kesan cukup perjuangan. 
Foto : Pentasyarufan paket sembako ramadhan di kampung pemulung
Dan akhirnya betul, olah perasaan mereka tersentuh. Melewati jalan setapak, para komite dan Ikwam tidak hentinya terheran-heran. Karena mereka kaget ditengah sawah ada penduduk yang menghuni kampung tersebut. 

Sebanyak 15 KK yang menerima paket sembako. Ditambah juga pakaian pantas pakai yang sudah dipacking cukup cantik. Diloundry, harum, bahkan dikemas pakai plastik seperti baru.

"Sepatu saya sampai jebol pak, padahal harus balik kantor", kata Dian selaku Ketua Komite yang menyempatkan waktunya dari kesibukan kerja sebagai hakim.

Reporter : Fury Fariansyah
Tulisan : Feature

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bukan Hanya Kumpulan, Namun Ini Gerbong Kebaikan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel