Puluhan Pegawai AUM Kota Magelang Digembleng Dalam Baitul Arqom

SURYAWARTA.COM-Magelang Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) memainkan peran penting bagi proses kaderisasi persyarikatan Muhammadiyah. Mereka menjadi wadah pembentukan individu atau masyarakat yang berpegang teguh kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya, untuk bergerak membangun di segala bidang dengan menggunakan cara-cara serta menempuh jalan yang diridlai Allah SWT.

Penguatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan AUM menjadi sebuah keharusan, tidak hanya dalam konteks pengetahuan dan keterampilan hidup melainkan juga spiritual dan keagamaan. Upaya memaksimalkan peran AUM, dengan demikian, menjadi sangat diperlukan.

Di lingkungan AUM pendidikan, misalnya, ia menjadi bagian pokok dalam proses kaderisasi jangka panjang. Pendidik dan tenaga kependidikan merupakan ujung tombak dalam mengenalkan Muhammadiyah, mentransmisikan ajaran-ajaran serta nilai-nilai Islam, dan menanamkan ideologi Muhammadiyah kepada masyarakat melalui peserta didik. Demikian pula di dalam AUM non-kependidikan, AUM yang maju dan berkembang akan menjadi pilar penting dalam memperkuat dan memajukan dakwah Muhammadiyah seperti dalam bidang ekonomi, sosial dan kesehatan.

Peran-peran semacam ini perlu ditingkatkan untuk mewujudkan visi dan misi persyarikatan baik secara langsung maupun tidak langsung. AUM diharapkan mampu berperan secara maksimal sebagai “penyambung lidah” ideologi persyarikatan sehingga keberadaan persyarikatan Muhammadiyah semakin dapat dipahami, diterima, dan dirasakan oleh masyarakat luas. Demikian kata Ahmad Haryanto, S. PdI selaku Ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang saat sambutan dalam pemukaan Baitul Arqom Pegawai Baru Muhammdiyah Kota Magelang di SMK Muhammadiyah Kota Magelang, Kamis (06/08/20).

Dalam kesempatan ini, Baitul Arqom dilaksanakan gelombang I (6-7/08/20), dan gelombang II (9-10/08/20) dengan jumlah 70 peserta.

Ahmad berharap, dengan adanya Baitul Arqom para pegawai baru di AUM Kota Magelang dapat terasah idiologi Muhammdiyahnya. 

"AUM adalah tempat usaha dalam melayani umat, namun yang paling penting adalah AUM dapat menjadi rahim kaderisasi", terangnya.

Setelah mengisi materi, H. Solichin, S. Ag selaku Ketua PDM Kota Magelang mengatakan bahwa saat tes seleksi, banyak para calon pegawai yang belum familiar dengan Muhammdiyah. Maka, Baitul Arqom diharapkan mampu menjadi kawah candradimuka dalam menempa idiologis para guru AUM yang baru.

"Semoga para pegawai AUM semakin dekat dan femilier dengan Muhammdiyah. Apa pun mereka adalah kader harapan persyarikatan", pintanya saat berbincang dengan redaksi suryawarta.

Ada 5 materi yang diterima oleh peserta Baitul Arqom dalam kesempatan tersebut. Prinsip dan Kaidah Ibadah,  Paham Agama Menurut Muhammdiyah, Ibadah Praktis Sesuai Tarjih Muhammdiyah, Profil Kader Muhammadiyah, dan Idiologi Muhammdiyah.

Hani Ika Setyowati, salah satu peserta yang diterima sebagai pendidik di SMP Muhammadiyah 1 Alternatif Kota Magelang mengatakan bahwa dirinya merasa senang mengikuti acara Baitul Arqom yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Kader PDM Kota Magelang. Menurutnya, banyak ilmu dan wawasan baru yang didapat. Khususnya adalah ilmu agama dan tentang kemuhammadiyahan.

"Kita jadi banyak wawasan dan mencharger kembali keilmuan beragama. Selain itu dapat menambah silaturahmi karena banyak ketemu orang-orang baru", ucapnya.

Selain materi indoor, instruktur yang diketuai oleh Master Of Training, Sigit Priatmaji, ST selaku anggota Majelis Pendidikan Kader PDM Kota Magelang juga menyiapkan materi yang dikemas dalam bentuk fun game. Sehingga para peserta bisa menerima dengan cara penyampaian yang berbeda.

"Fun game kita siapkan untuk membuat suasana cair dan ada learning point yang kita sampaikan berkenaan dalam keorganisasian, komitmen lembaga, dan juga penanaman idiologi Muhammdiyah", katanya.


Kontributor : Fury Fariansyah

No comments:

Post a Comment

Gunakan LMS, Siswa SMP Mutual Punya Akun Masing-Masing Dalam Pembelajaran Era Pandemi

  SURYAWARTA.COM- Magelang Sampai saat ini, kejelasan untuk masuk sekolah belum pasti. Bukan soal kesiapan atau keberanian, namun kondisi i...